Konsep Dasar dan Tujuan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Barat
Keywords:
Kurikulum Berbasis Cinta, Pedagogical Love, Pendidikan Islam, Pendidikan Barat, Teo-HumanistikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi ulang konsep dan tujuan kurikulum berbasis cinta sebagai dialektika antara tradisi Islam dan paradigma pendidikan Barat modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-interpretif dengan desain fenomenografi untuk menelusuri persepsi para aktor pendidikan terhadap konsep cinta pedagogis sebagai komitmen etis dalam praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinta tidak sekadar ekspresi emosional, melainkan fondasi epistemik yang mengintegrasikan nalar dan nurani dalam praksis pendidikan. Dalam perspektif Islam, cinta berfungsi sebagai manifestasi rahmah ilahiyah yang meneguhkan dimensi spiritual, sedangkan dalam pendidikan Barat, cinta berperan sebagai kekuatan emansipatoris untuk membebaskan manusia dari struktur pengetahuan yang menindas. Dialektika keduanya menghasilkan paradigma teo-humanistik yang menempatkan cinta sebagai jembatan antara rasionalitas dan spiritualitas. Penelitian ini menegaskan perlunya reformasi kurikulum yang menolak dehumanisasi sistem pendidikan modern dengan menghadirkan nilai kasih sayang, empati, dan kesadaran moral sebagai inti dari proses belajar.
