Pendidikan Islam dalam Menanggulangi Ekstremisme: Pendekatan Berbasis Bukti melalui Pembangunan Perdamaian dan Literasi Keagamaan Kritis
Keywords:
Pendidikan Islam, Pembangunan Perdamaian, Literasi Keagamaan KritisAbstract
Artikel ini menelaah bagaimana pendidikan Islam dapat berkontribusi pada pencegahan ekstremisme melalui pendekatan berbasis bukti yang mengintegrasikan peacebuilding dan literasi keagamaan kritis. Penelitian menggunakan studi literatur kualitatif dengan pemetaan bibliometrik memakai VOS viewer pada 282 artikel. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendidikan Islam berpotensi menjadi instrumen pencegahan yang kuat ketika dirancang melalui pedagogi dialogis-inkuiri, penguatan literasi keagamaan kritis, dan tata kelola sekolah yang non-stigmatis. Literasi keagamaan kritis terbukti memperkuat kemampuan membaca teks dan konteks, menilai otoritas, serta memverifikasi informasi digital, sedangkan pedagogi peacebuilding menumbuhkan empati, resiliensi sosial, dan kehumilan epistemik. Efektivitas intervensi semakin tinggi apabila didukung kapasitas guru, iklim sekolah yang aman, serta sistem dukungan psikososial. Artikel ini menegaskan bahwa kontra-ekstremisme dalam pendidikan Islam lebih efektif dijalankan sebagai penguatan kapasitas belajar, relasi, dan kesejahteraan siswa daripada sebagai instrumen keamanan.
